Artikel ini membicarakan mempersepsikan orang lain dan bagaimana persepsi orang tersebut memengaruhi penafsiran tentang perilaku orang yang dipersepsikan tersebut.. Cara mempersepsikan orang dapat memengaruhi penafsiran tentang perilaku orang dan bahkan rentetan interaksi di masa yang akan datang , tugas memahami proses persepsi terhhadap orang mempunyai signifikansi yang layak. Dalam bab ini, kami akan membicarakan beberapa ide teoritis dan pendekatan riset yang sudah berkembang karena ahli psikologi social sudah meneliti proses ini. Semua ide dan pendekatan ini diambil dari perspektif pengolahan informasi, karena kami akan memperhatikan terutama sekali pada bagaimana orang memahami orang orang lain yang ada disekamir mereka.
Pendekatan pengolahan informasi ini tergantung pada asumsi bahwa persepsi seseorang mengenai orang lain didasarkan pada informasi yang tersedia tentang orang tersebut dan bagaimana orang menggunakan informasi ini. Informasi ini mungkin dibatasi pada karakteristik fisik-----Chris tinggi, menarik, dan berpakaian bagus. Dalam kita mempersepsikan orang lain, kita berusaha untuk memperoleh pemahaman mengenai orang itu seperti apa, memahami informasi yang kita peroleh tentang dia
STRUKTUR KOGNITIF DALAM PERSEPSI ORANG
Orang yang berpersepsi mempunyai struktur kognitif. Struktur kognitif ini mereka gunakan dalam mengorganisir dan menafsirkan dunia stimulus. Stereotipe dan ekspektasi yang diikuti dari mereka ada di pikiran orang yang berpersepsi tersebut. Dalam bagian pertama dari bab ini kami akan membahas sifat dari struktur kognitif yang dibawa oleh orang yang berpersepsi pada proses persepsi dan bagaimana struktur tersebut dapat memengaruhi persepsinya terhadap lainnya.
TEORI KEPRIBADIAN YANG IMPLISIT
Ahli psikologi sosial yang tertarik dengan persepsi orang sudah mengetahui pentingnya struktur kognitif dari orang yang berpersepsi . Yaitu seperti ahli teori kepribadian, pengamat perilaku manusia yang naif mengembangkan ekspektasi dan membuat kesimpulan mengenai apa yang terjadi dengan apa dalam kepribadian lainnya. Pola keyakinan dan ekspektansi ini diacu sebagai teori kepribadian implisit dari orang yang berpersepsi.
BUKTI YANG MENYATAKAN PENTINGNYA TEORI KEPRIBADIAN IMPLISIT
Satu tipe bukti yang menyatakan pentingnya teori kepribadian implisit adalah dalam mempertimbangkan kesimpulan tentang seseorang.kesimpulan yang dibuat dapat dijelaskan dengan mengenali bahwa beberapa struktur kognitif terdapat di dalam orang yang berppersepsi tersebut. Dan kesimpulan ini menunjukkan pengaruh dari teori kepribadian implisit dari orang yang berpersepsi tersebut mengenai proses persepsi tersebut.
SKEMA SKEMA DALAM PERSEPSI ORANG
Riset mengenai teori kepribadian implisit telah menunjukkan bahwa orangyang memberi perpsepsi (perceiver) mempunyai konsep yang sudah baik tentang sifat sifat keprbadian, dan harapan dari perceiver tersebut tentang aspek aspek kepribadian apa yang mungkin ada bersama dapat memengaruhi kesimpulan tentang orang lain. Banyak dari riset ini sudah berfokus pada struktur teori kepribadian implisit, penilaian perbedaan individu dalam struktur kognitif dan penelitian hubungan antara kepribadian perceiver dan konstruk teori kepribadian implisit. Dengan memiliki struktur kognitif ini, menjadi penting untuk menentukan bagaimana struktur kognitif tersebut memengaruhi pengolahan informasi secara kognitif mengenai orang.
PENGARUH SCHEMA PADA ENCODING (PENYANDIAN)
Beberapa faktor dapat memengaruhi aspek informasi stimulus yang mana akan diselesaikan oleh perceiver. Salah satu dari faktor ini adalah schema yang akan ia gunakan pada waktu mengolah informasi.
Pengaruh schema pada penyandian informasi sudah ditunjukkan oleh Zadney dan Gerard. Ketiga kumpulan schema yang berbeda dalam perceiver tersebut akan memengaruhi perhatian subyek dan penafsirannya terhadap rincian rincian perilaku aktor tersebut. Hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa bahwa subyek subyek cenderung mengingat ingat lebih banyak item yang sesuai dengan maksud aktor yang dipersepsikan.
PENGARUH SCHEMA PADA ORGANISASI DAN GAMBARAN
Informasi yang disandikan kedalam ingatan tidak disimpan sebagai pengetahuan yang terisolir, rather, orang yang berpersepsi mengorganisir infomasi ke dalam kerangka yang berarti. Schema yang digunakan dalam mengolah informasi mengenai pihak lain dapat memberikan konteks yang berarti dimana informasi diorganisir dan dismpan.
PENGARUH SCHEMA PADA KESIMPULAN DAN PENAFSIRAN INFORMASI
Kami sudah menyatakan bahwa informasi yang sudah diperoleh melalui orang lain diseleksi,disandikan, dan disajikan dalam ingatan dalam kerangka schema schema yang digunakan oleh perceiver pada waktu pembentukkan sedang diolah. Schema schema ini juga menyediakan konteks dimana perceiver menafsirkan arti atau makna dari informasi yang diperoleh tersebut dan mengambil kesimpulan berdasarkan pada penafsiran makna informasi tersebut.
PENGARUH SCHEMA PADA PEMEROLEHAN KEMBALI INFORMASI
Kita telah melihat bahwa pengaktifan schema tertentu dapat memengaruhi informasi tentang orang stimulus apa yang disandikan dan bagaiman informasi ini ditafsirkan. Disamping itu, schema dapat memengaruhi informasi apa yang diperoleh kembali dari ingatan dan bagaimana informasi ini ditafsirakn dalam proses pemerolehan kembali tersebut.
PEMBENTUKKAN KESAN
Bila kita bertemu orang asing pertama kali, kita mulai membentuk kesan di depannya segera.
PENGEMBANGAN KESAN PERTAMA
Riset mengenai pembentukkan kesan dimulai dengan paper klasik yang diterbitkan pada tahun 1940an oleh Sulaiman Asch (1946). Asch yang pemikirannya menggambarkan ajaran psikologi Gestalt, percaya bahwa kesan seseorang merupakan konsepsi yang terorganisir dan terpadu mengenai kepribadian orang tersebut. Orang membentuk kesan dari orang secara keseluruhan .; yaitu orang dipandang sebagai unit yang terpadu, bukan sebagai gabungan beberapa bagian. Kesan bukanlah sekumpulan potongan potongan informasi individu. Namun, item item informasi berinteraksi dengan satu sama lain dan menjadi terpadu kedalam gambar total dari orang tersebut.
INTEGRASI INFORMASI DALAM MENILAI ORANG LAIN
Baris kedua dari riset mengenai proses pembentukkan pesan berkaitan tidak hanya dengan bagaimana informasi mengenai orang menjadi terorganisir secara kognitif tetapi juga berkaitan dengan bagaimana perceiver tersebut mengkombinasikan informasi tersebut dalam membuat penilaian tentang orang tersebut.
TERTIMBANG INFORMASI SECARA DIFERENSIAL
Dalam menentukan nilai nilai yang diprediksi tersebut dari model tertentu, nilai nilai skala dari item individu tersebut sudah dirata-ratakan atau dijumlahkan. Adalah jelas bahwa dalam setiap penilaian beberapa jenis informasi akan lebih penting dari yang lainnya. Pertimbangkan lagi dapat dipercaya, ramah,pintar lucu, dan malas yang sudah kami gambarkan untuk orang. Seberapa penting untuk penilaian anda bahwa orang itu malas ? jika kamu mempertimbangkan seberapa banyak kamu menyukai orang ini sebagai teman satu kamar kamu, kemalasan akan menjadi kurang penting daripada pengetahuan bahwa orang itu dapat dipercaya, ramah,dan pintar lucu. Sebaliknya, jika kamu menilai seberapa banyak kamu menyukai oranv tersebut sebagai rekan kerja pada suatu proyek penting, fakta kemalasan mungkin sangat penting. Jadi, bobot yang diberikan kepada atribut ini akan berbeda dalam dua konteks penilaian tersebut. Bobot yang dilampirkan pada item stimulus tersebut menggambarkan pentingnya atribut untuk penilaian tertentu yang dibuat.
PROSES ATRIBUSI
Atribusi adalah sebuah teori yang membahas tentang upaya-upaya yang dilakukan untuk memahami penyebab-penyebab perilaku kita dan orang lain. Definisi formalnya, atribusi berarti upaya untuk memahami penyebab di balik perilaku orang lain, dan dalam beberapa kasus juga penyebab di balik perilaku kita sendiri.model Atribusi mengenai motivasi mempunyai beberapa komponen, yang terpenting adalah hubungan antara atribusi, perasaan dan tingkah laku. Menurut Weiner, urutan-urutan logis dari hubungan psikologi itu ialah bahwa perasaan merupakan hasil dari atribusi atau kognisi. Perasaan tidak menentukan kognisi, misalnya semula orang merasa bersyukur karena memperoleh hasil positif dan kemudian memutuskan bahwa keberhasilan itu berkat bantuan orang lain. Hal ini merupakan urutan yang tidak logis (weiner, 1982 hal 204).
TEORI PROSES ATRIBUSI
Psikologi Naif dari heider. Bagaimana kita menafsirkan perilaku kita sendiri, serta orang lain, membentuk dasar untuk pekerjaan Fritz Heider selama karir yang berlangsung lebih dari 60 tahun. Heider menjelaskan sifat hubungan antar pribadi , dan karyanya memuncak dalam buku 1958 The Psychology Hubungan interpersonal. Heider didukung dengan konsep yang disebut "naive psychology ". Dia percaya bahwa atribut perilaku orang lain dengan persepsi mereka sendiri, dan bahwa persepsi itu dapat ditentukan baik oleh situasi tertentu atau dengan keyakinan yang sudah lama dipegang. Konsep ini mungkin tidak tampak rumit, tapi membuka pintu penting untuk pertanyaan tentang bagaimana orang berhubungan satu sama lain dan mengapa.
Heider, dua muda putra, lahir di Wina pada tanggal 18 Februari 1896, untuk Moriz dan Eugenie von Halaczy Heider. Dia adalah pembaca setia dan murid yang baik, dan ia masuk ke Universitas Graz (Austria). Ia menerima gelar Ph.D. pada tahun 1920, dan menghabiskan beberapa tahun berikutnya perjalanan melalui Eropa. Bagian dari waktu ini dihabiskan sebagai mahasiswa di Institut Psikologi Berlin. Pra-Perang Dunia II Berlin adalah salah satu kota yang paling intelektual merangsang di Eropa, dan dia istimewa untuk belajar dengan ulama luar biasa.
Pada tahun 1930, Heider menerima tawaran untuk melakukan penelitian di Sekolah Clarke untuk Tuli di Northampton, Massachutsetts, dan menjadi asisten profesor di Smith College. Heider keputusan untuk datang ke Amerika Serikat terbukti menguntungkan karena dua alasan. Selain pekerjaan dia lakukan-pertama di Smith, dan kemudian di University of Kansas-Heider bertemu Grace Moore, yang melakukan penelitian sendiri di Clarke. Mereka menikah pada Desember 1930, dalam otobiografinya, The Life of Psikolog (1983), Heider credits istrinya karena kontribusi yang sangat berharga baginya untuk pekerjaannya. Para Heiders memiliki tiga anak selama tahun-tahun mereka di Northampton.
Dimulai di Smith, Heider mulai melakukan penelitian yang menyebabkan teori-teorinya tentang hubungan interpersonal. Ia melanjutkan pekerjaannya ketika dia pindah ke Lawrence, Kansas, pada tahun 1947 untuk mengambil jabatan profesor di University of Kansas. Telah dikatakan bahwa Heider mendekati psikologi cara fisikawan akan mendekati teori ilmiah. Dia sangat metodis dan teliti dalam penelitiannya, yang sering dapat membuat frustasi, tapi hati-hati mengembangkan ide-ide yang ia akhirnya diuraikan dalam The Psychology Hubungan interpersonal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar