A. PENDAHULUAN
Tulisan ini dimulai dengan peninjauan validitas konstruk dan artinya dalam setting ilmih dan terapan . disini juga dibahas Metode untuk menilai validitas konstruk . Ilustrasi dan ukuran ukuran dalam melakukan eksperimental juga telah digunakan dalam literatur perilaku organisasi untuk menggambarkan konsekuensi dari kegagalan untuk memberi perhatian yang cukup terhadap masalah validitas konstruk. Akhirnya, rekomendasi dibuat untuk urutan yang tepat dari validasi konstruk dan penyelidikan substantif dalam pengembangan pengetahuan
validitas konstruk secara ekslusif telah dipertimbangkan dengan mengacu pada mengukur skala atau instrumen yang bermacam-macam, seperti yang ditunjukkan, biasanya dalam tes psikologi. Perspektif semacam ini tidak perlu dibatasi karena isu yang terlibat tersebut sudah tepat dipertimbangkan ketika mengevaluasi kecukupan dari manipulasi eksperiment atau quasi eskperimen
Hubungan antar variabel dapat didefinisikan dengan banyak cara. Definisi ini tergantung pada apakah variabel variabel yang digunakan dalam hubungan tersebut bersifat konsepsual, operasional atau campuran dari keduanya tersebut. Validitas konstruk didefinisikan sebagai gambaran mengenai hubungan antara konstruks( definisi konseptual mengenai variabel) dan prosedur operasional untuk mengukur atau memanipulasi konstruks tesebut. Dari definisi ini dapat diterima bahwa validitas kontruk tersebut menunjukkan koefisien korelasi antara konstruk dan ukuran.
. Konstruks tersebut merupakan istilah konseptual yang digunakan untuk menggambarkan fenomena dari minat teoritis (Cronbach & Meehl, 1955; Edwards & Bagozzi, 2000; Messick, 1981). Konstruks merupakan istilah istilah yang ditemukan oleh para peneliti untuk menggambarkan,mengorganisir, dan memberi arti pada fenomena yang relevan dengan domain penelitian (Cronbach & Meehl, 1955; Messick, 1981; Nunnally, 1978; Schwab, 1980).
validitas konstruk secara ekslusif telah dipertimbangkan dengan mengacu pada mengukur skala atau instrumen yang bermacam-macam, seperti yang ditunjukkan, biasanya dalam tes psikologi. Perspektif semacam ini tidak perlu dibatasi karena isu yang terlibat tersebut sudah tepat dipertimbangkan ketika mengevaluasi kecukupan dari manipulasi eksperiment atau quasi eskperimen
Hubungan antar variabel dapat didefinisikan dengan banyak cara. Definisi ini tergantung pada apakah variabel variabel yang digunakan dalam hubungan tersebut bersifat konsepsual, operasional atau campuran dari keduanya tersebut. Validitas konstruk didefinisikan sebagai gambaran mengenai hubungan antara konstruks( definisi konseptual mengenai variabel) dan prosedur operasional untuk mengukur atau memanipulasi konstruks tesebut. Dari definisi ini dapat diterima bahwa validitas kontruk tersebut menunjukkan koefisien korelasi antara konstruk dan ukuran.
Bahaya utama dalam menentukan validitas konstruk menurut istilah korelasi adalah penafsiran bahwa konstruk itu nyata dalam beberapa cara operasional dan bahwa beberapa ukuran nyata tersebut dapat diperoleh.Bahaya yang merupakan akibat dari analogi korelasional adalah jika orang berpikir bahwa korelasi antara ukuran dan konstruk berkaitan dengan proses yang digunakan untuk menilai validitas empiris.
Pentingnya validitas konstruk dan metode yang digunakan untuk menilainya tergantung pada salah satu dari dua tipe riset substantif.Menurut kerangka ini, konstruk mendapat perhatian hanya jika konstruks tersebut dihubungkan dengan konstruk lainnya. Ukuran-ukuran konstruk tersebut menarik hanya jika ukuran –ukuran tersebut sesuai dengan ukuran—ukuran kosntruk lainnya.Contoh dari perilaku organisasi mencakup hubungan antara (1) konflik peran dan kepuasan kerja ; (2) gaya kepemimpinan dan masa jabatan karyawan; (3) desain tugas dan iklim organisasi: (4) hukumana dan ketidakhadiran karyawan; dan (5) bentuk organisasi dan komitmen. Variabel-variabel ini ditunjukkan pada dua tingkat abstraksi, yaitu konseptual ( I dan D) dan operasional (I dan D). Hubungan vetikal H dan DD menunjukkan validitas konstruk, sedangkan hubungan horisontal, yaitu ID dan DD merupakan hubungan riset substantif sebagaimana telah dibicarakan pada bagian awal.
Dalam konteks ilmiah validitas konstruk I dan D kira kira sama. Kesamaan ini dapat dilihat dengan mempertimbangkan beberapa implikasi seperti yang dapat dilihat pada gambar 1. Dalam riset ilmiah, kita menteorikan dan memahami sama sekali pda tingkat konseptual. Sebagai contoh, kita menghipotesikan bahwa variasi dalam D merupakan fungsi dari variasi dalam I. Bila kita menguji hipotesis tersebut, kita perlu sekali menggunakan indikator atau ukuran empiris tertentu. Jika observasi dari I mendahului D dalam waktu kita dapat menggunakan prosedur validasi yang bersifat prediksi. Jika observasi tersebut diperoleh pada waktu yang sama prosedur tersebut disebut dengan istilah concurrent validation.
Perbedaan antara orientasi terapan dan ilmiah tidak ditentukan oleh pemilihan variabel dependen atau variabel bebas. Perbedaan tersebut ditentukan oleh pentingnya konstruk dependen dan independen yang relatif sifatnya.Orientasi terapan lebih menitikberatkan pada validitas konstruk dari variabel terikat. Orientasi ilmiah lebih menekankan pada pentingnya yang sama pada kedua konstruks tersebut.
MENILAI VALIDITAS KONSTRUK
Bagian ini berisi penjelasan singkat metode yang akan dipertimbangkan untuk menilai validitas konstruk dari ukuran atau manipulasi eksperimental. Isu yang digunakan disini adalah kompleks terutama karena variabel yang menjadi perhatian - konstruk-bisa tidak langsung dinilai secara empiris. Akibatnya, setiap pemeriksaan empiris dapat membuat hanya kesimpulan tidak langsung tanpa validitas konstruk.
Isu isu konseptual dalam validasi konstruks tersebut mencakup peran definisi dan peran teori. Kedua isu ini dijelaskan di bawah ini.
Peranan definisi
Masalah ambiguitas menjadi lebih dan lebih mendesak. Analisis semantik diperlukan untuk menjelaskan dan menyelesaikan beberapa macam ambiguitas dengan menyelidiki hubungan antara kemungkinan predikasi dan definisi konsep untuk memecahkan masalah penafsiran wacana bahasa alami
Peran Teori
Salah satu poin penting dalam penelitian ialah dasar teori yang digunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian. Lalu apakah ‘teori’ itu? Apa yang tidak termasuk dalam teori? Apa saja contoh-contoh teori dalam penelitian? Untuk apa teori dalam penelitian? Teori adalah suatu kumpulan pernyataan yang secara bersama menggambarkan (describe) dan menjelaskan (explain) fenomena yang menjadi fokus penelitian.p erlu dipahami bahwa literature review, daftar pustaka, data penelitian, grafik, hasil penelitian sebelumnya, adalah bukan termasuk dalam definisi teori. Dalam konteks penelitian penjelasan (explanation), satu atau lebih teori dibutuhkan dalam penelitian. Penelitian penjelasan berkenaan dengan menguji atau memverifikasi teori atau menghasilkan teori, atau bisa keduanya. Sedangkan dalam penelitian deskriptif tidak dibutuhkan teori, karena penelitian hanya bertujuan untuk menggambarkan hal-hal yang menjadi fokus studi. Baik penelitian deskriptif atau explanation dibutuhkan dalam penelitian. Tidak ada yang lebih baik satu dibandingkan dengan lainnya. Lebih pada tujuan penelitian dan tingkat perkembangan penelitian dalam area penelitian terkait.
PERTANYAAN:
1. Uji Validitas dan Reliabilitas sering digunakan dalam sebuah penelitian, karena dalam setiap penelitian selalu terjadi proses pengumpulan data dan dalam proses pengumpulan data tersebut akan menggunakan satu atau beberapa metode. Bagaimana langkah-langkah melakukan uji validitas konstruks dalam perilaku organisasi tersebut?
2. Apa yang membedakan validitas empiris dengan validitas logis?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar